Majunya anak dan menantu Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, dalam pemilihan wali kota Solo dan Medan memang tidak melanggar aturan. Tetapi, kemunculan sanak keluarganya di kancah perpolitikan Indonesia merupakan cerminan dari makin kentalnya nepotisme dalam sirkulasi elite di negeri ini. Kentalnya nepotisme berpeluang memperburuk kinerja pemerintah dan menggerus akuntabilitas.

 

Jokowi memang tidak sendirian. Adapula anak Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, yang maju dalam pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan. Kemudian sebelumnya, anak Presiden Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, duduk di kursi menteri. Anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, sempat dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta.

 

Sebagai presiden yang lahir dari rakyat, Presiden Jokowi harusnya menyadari bahaya politik dinasti. Jokowi hendaknya menghindarkan keluarga dan kerabatnya masuk ke percaturan politik demi memutus rantai nepotisme para elite di negeri ini. Presiden harus ingat bahwa negara bukanlah perusahaan keluarga. Negara republik harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan para pejabat dan elite politik.