Sejumlah wajah politikus dan pejabat makin sering terlihat di ruang-ruang publik, bahkan layar mesin ATM. Hal itu diduga berkaitan dengan perebutan kandidat Capres 2024. Kita tentu tak membatasi hak setiap orang untuk maju pada pemilu nanti, namun masalahnya, tanpa transparansi tentang sumber dana yang digunakan, bisa memunculkan kecurigaan bahwa mereka menyalahgunakan jabatan buat kepentingan pencalonan. 

 

Menurut laporan Tempo, Presiden Jokowi disebut-sebut telah memberi lampu hijau pada mereka untuk mempromosikan diri. Tak ada gelagat Presiden Jokowi meminta penjelasan para pejabat yang pasang baliho di sana-sini. Sikap “manis” Jokowi ini memancing wasangka: dia ingin menanam budi kepada semua kandidat. 

 

Setelah tak lagi menjabat, umumnya seorang presiden cemas akan keamanan dirinya dari serangan politik dan hukum. Tapi kecemasan itu, jika benar, semestinya hanya muncul dari presiden yang telah mengambil kebijakan lancung atau bahkan melanggar hukum. Jika sebaliknya, presiden tidak perlu cemas.