KPK terus mengusut dugaan korupsi bansos. Tidak berhenti pada Juliari Peter Batubara, KPK juga menyelidiki dugaan peran kader PDI Perjuangan. Mereka adalah Herman Hery dan Ihsan Yunus.

 

Ironis memang, PDI Perjuangan sebagai sebuah partai yang mengklaim lahir dari rahim ‘wong cilik’, kadernya malah mengembat jatah orang miskin. Herman dan Ihsan diduga diduga memperoleh porsi mayoritas dalam pengadaan barang bansos dengan total nilai Rp 3,4 triliun.

 

Korupsi bansos ini menjadi cerminan rentannya bantuan berupa barang. Untuk itu, pemerintah sebaiknya mulai meninggalkan pola bantuan ala Sinterklas, yang menempatkan orang miskin sebagai obyek tak berdaya dan bagus untuk pencitraan politik. Pemerintah bisa mulai dengan pembenahan data dan penyusunan anggaran yang lebih memihak rakyat miskin.