Langkah pemerintah yang telah memulai vaksinasi Covid-19 tentu patut diapresiasi. Tapi upaya menciptakan kekebalan kelompok ini justru baru langkah awal dan jelas bukanlah kemenangan yang patut dirayakan. Pemerintah sepatutnya mengurangi seremonial yang tidak perlu.

 

Selebrasi yang berlebihan –memperlakukan vaksin Sinovac bak dewa penyelamat-- sangat mungkin menciptakan rasa aman palsu di masyarakat. Menghadirkan selebritas semacam Raffi Ahmad dan Ariel “Noah” tentu tak bisa menjawab skeptisisme warga yang ragu akan kemanjuran dan keamanan vaksin Sinovac. Publik seharusnya diyakinkan dengan penjelasan yang transparan dan didukung data yang kredibel.

 

Daripada sibuk menyiapkan seremoni, pemerintah sebaiknya fokus pada ketersediaan dan distribusi vaksin. Saat ini, kita sangat bergantung pada keberhasilan program vaksinasi massal. Jika program ini gagal mencapai target, taruhannya terlalu besar.