Minggu, 20 September 2020

Gara-gara bahas pendidikan militer untuk mahasiswa, Lisa dan Azul jadi ngobrol soal program wajib militer (wamil), K-pop, hingga K-drama. Hal ini karena pemerintah berargumen kalau Indonesia perlu mencontoh Korea Selatan yang mencintai budayanya, termasuk K-pop, sehingga diperlukan program bela negara.

 

Sementara menurut opini Tempo, pendidikan militer untuk mahasiswa seharusnya ditiadakan saja. Selain kita tidak dalam kondisi darurat, rencana itu memperlihatkan pandangan nasionalisme yang ketinggalan zaman. Di era seperti sekarang, nasionalisme dan patriotisme tidak harus diwujudkan lewat jalan militer.

 

Generasi muda bisa berkontribusi dalam berbagai bidang: sosial, kebudayaan, atau pendidikan. Bahkan dengan tidak korupsi dan berkarya bersungguh-sungguh bisa memperlihatkan nasionalisme. Untuk itulah, pemerintah sepatutnya menutup rapat-rapat gagasan dan kegiatan yang melatih warga sipil untuk perang.