Tahun ajaran baru akan dilalui dalam situasi yang sangat berbeda. Pemerintah akan mengizinkan kelas tatap muka untuk daerah berstatus hijau (relatif aman dari penyebaran Covid-19). Kebijakan ini akan memprioritaskan pembelajaran di tingkat SMP dan SMA. Sementara untuk daerah lain, pembelajaran jarak jauh alias belajar di rumah masih diberlakukan.

 

Akibat pandemi, baik guru, siswa, dan orang tua memang telah dipaksa beradaptasi dengan teknologi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pun sadar bahwa pembelajaran jarak jauh adalah kebijakan pahit yang harus diambil. Hal itu dilakukan agar proses belajar siswa tidak terhenti selama pandemi.

 

Situasi darurat ini juga membuat Merdeka Belajar, program reformasi pendidikan yang digagas Menteri Nadiem, tak berjalan mulus. Mas Menteri harus banyak mengambil kebijakan responsif atas situasi darurat, termasuk akibat pemotongan anggaran setelah pandemi. Di tengah keterbatasan itu, ia meluncurkan program Guru Penggerak, yang ia sebut sebagai "pemimpin pendidikan di masa depan”.

 

Seperti apa langkah strategis Mas Menteri menghadapi tahun ajaran baru di masa Pandemi dan apa itu program Guru Penggerak? Dengarkan obrolan Budi Setyarso bersama Menteri Nadiem Makarim di episode ‘Reformasi Mas Menteri di Masa Pandemi’.

 

(Episode ini telah tayang di media sosial Tempo pada 11 Juli 2020)