Pandangan bahwa kebijakan izin ekspor bibit lobster (benur) akan menghidupi para nelayan di pelosok Nusantara, jelas serampangan. Faktanya, pendapatan yang diterima nelayan tidak seberapa dibanding eksportir. Apalagi laporan Tempo menemukan bahwa ekspor benur diduga hanya menguntungkan pihak yang dekat dengan Menteri Edhy Prabowo, yang kebanyakan berafiliasi ke Partai Gerindra.

 

Dilegalkannya ekspor benur juga dikhawatirkan mendorong penangkapan benur secara masif dan mengurangi lobster dewasa. Belum lagi benur termasuk plasma nutfah, yang berdasarkan aturan internasional tidak diizinkan untuk diekspor. Padahal jika benur dibudidayakan di dalam negeri terlebih dahulu dan diekspor saat menjadi lobster dewasa, harganya akan naik berkali-kali lipat.

 

Selain membahas kebijakan ekspor benur, di episode ini kita juga ngobrol soal tudingan adanya sejumlah wartawan Tempo yang ditraktir ke luar negeri. Tudingan ini beredar di media sosial pasca terbitnya laporan Tempo yang berjudul “Pesta Benur Menteri Edhy” .