Ormas paramiliter–berseragam dan mengenakan simbol militer–telah menggunakan kekuatan fisik untuk mencapai tujuan. Sejumlah organisasi juga memperkuat diri dengan merekrut pejabat atau menempatkan anggotanya dalam organisasi negara serta lembaga politik.

 

Bentrok antarkelompok paramiliter akhir-akhir ini–misalnya antara Pemuda Pancasila dan Forum Betawi Rempug–merupakan bukti tak tegaknya hukum dan lemahnya negara dalam menghadapi ormas pembuat onar. Beberapa waktu lalu seorang perwira polisi bahkan jadi korban kekerasan oleh anggota Pemuda Pancasila.

 

Patut disayangkan, pemerintah pusat dan sebagian daerah, juga petinggi militer dan kepolisian, secara nyata atau diam-diam kerap mendukung keberadaan kelompok itu. Mengapa harus ada ormas bergaya militer sementara kita punya tentara, polisi, bahkan hansip?